Berita forex hari ini Kamis, 1 Desember 2016:
Jam 07:30 WIB
: data Private Capital Expenditure (Capex) Australia kwartal ke 3 tahun 2016 (Berdampak tinggi pada AUD)
Indikator yang dirilis per kwartal oleh Biro Statistik Australia ini mengukur persentasi perubahan nilai investasi oleh sektor swasta dan merupakan indikator awal bagi aktivitas ekonomi secara umum termasuk perekrutan tenaga kerja dan juga tingkat upah yang pada akhirnya akan berdampak pada pada pertumbuhan ekonomi Australia.

Kwartal kedua lalu nilai investasi sektor swasta turun 5.4% (atau -5.4%), lebih rendah dari perkiraan yang akan turun 4.0% dan sama dengan kwartal pertama (revisi dari data sebelumnya yang turun 5.2%). Untuk kwartal ke 3 tahun 2016 diperkirakan investasi sektor swasta akan kembali turun 2.8% (atau -2.8%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

Jam 08:00 WIB: indeks Manufacturing PMI dan Non Manufacturing China versi China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) bulan Nopember 2016 (Berdampak tinggi pada AUD dan NZD)
Indeks Manufacturing dan Non-Manufacturing PMI versi China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) ini dirilis setiap bulan dan dampaknya hampir sama dengan yang dirilis Markit (indeks HSBC). Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor manufaktur atau sektor jasa, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi

Bulan Oktober lalu indeks Manufacturing PMI berada pada angka 51.2, lebih tinggi dari perkiraan 50.4 dan yang tertinggi sejak bulan Juli 2014. Pada bulan Oktober indeks output produksi dan new orders meningkat, sementara untuk indeks Non Manufacturing PMI bulan Oktober 2016 berada pada angka 54.0, tertinggi dalam tahun ini.

Untuk bulan Nopember 2016 diperkirakan indeks Manufacturing PMI China akan berada pada angka 51.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan berdampak positif pada mata uang AUD, CAD dan NZD. Untuk indeks Non Manufacturing PMI analis tidak memberikan perkiraan, dan jika hasil rilis lebih tinggi dari bulan sebelumnya (54.0), maka akan berdampak positif pada mata uang AUD, CAD dan NZD.

Jam 08:45 WIB: indeks Caixin Manufacturing PMI China bulan Nopember 2016 (Berdampak tinggi pada AUD dan NZD)
Indeks Manufacturing PMI versi Markit atau yang disebut dengan indeks Caixin ini adalah estimasi indeks PMI yang dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 430 purchasing manager di seluruh China mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan. Parameter yang disurvey adalah produksi, new orders, harga, pengiriman, persediaan dan tenaga kerja. Indeks ini sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

SejakĀ  bulan Maret 2015 lalu indeks Caixin Manufacturing PMI China berada dibawah angka 50.0 dan 4 bulan terakhir ini rebound. Bulan Oktober lalu berada pada angka 51.2, lebih tinggi dari perkiraan dan yang tertinggi sejak bulan Juli 2014 akibat naiknya indeks new orders dan output produkasi. Untuk bulan Nopember 2016 diperkirakan indeks Manufacturing PMI akan berada pada angka 50.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD dan NZD menguat.

Jam 16:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan Nopember 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Angka indeks ini dibuat dan dirilis oleh Markit setiap bulan. Indeks PMI (Purchasing Managersā€™ Index) untuk sektor manufaktur ini didasarkan pada 5 indikator utama yaitu: produksi, ketersediaan produk (inventory), aktivitas pengiriman (delivery), jumlah pesanan (orders) dan jumlah tenaga kerja.

Di Inggris indeks ini dibuat berdasarkan hasil survey terhadap 600 purchasing manager mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan. Oleh karena itu indikator ini penting bagi investor dan para pelaku bisnis dan sering dianggap sebagai leading indicator. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur sedang tinggi, dan rilis dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan Oktober lalu indeks Manufacturing PMI berada pada angka 54.3, lebih rendah dari perkiraan 54.6 dan bulan September yang 55.5 (tertinggi pasca Brexit). Pada bulan Oktober indeks output produksi dan pertambahan tenaga kerja naik sementara new orders mengalami kontraksi. Untuk bulan Nopember 2016 diperkirakan indeks akan berada pada angka 54.4. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 17:00 WIB: data tingkat pengangguran kawasan Euro bulan Oktober 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indikator ini mengukur persentasi jumlah tenaga kerja yang sedang tidak bekerja tetapi aktif mencari pekerjaan, dibanding dengan jumlah tenaga kerja total selama periode waktu sebulan. Bagi kawasan Euro indikator ini relatif kurang berdampak karena beberapa data tingkat pengangguran negara-negara dalam kawasan telah dirilis sebelumnya, kecuali jika hasil rilisnya terjadi revisi sehingga menyimpang jauh dari perkiraan pasar.

Sejak Maret 2014 tingkat pengangguran di kawasan Euro terus turun. Bulan September lalu berada pada angka 10.0%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan Agustus (terendah sejak bulan Juni 2011). Diantara negara-negara di kawasan, pengangguran tertinggi ada di Yunani (23.2%) dan Spanyol (19.3%), sedang yang terendah ada di Republik Ceko (4.0%) dan Jerman (4.1%). Untuk bulan Oktober 2016 diperkirakan tingkat pengangguran akan kembali berada pada angka 10.0%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 25 Nopember 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.

Minggu lalu Jobless Claims AS naik 18,000 ke angka 251,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 241,000 klaim dan juga lebih tinggi dari minggu sebelumnya yang 233,000 (terendah sejak bulan Nopember 1973), sementara klaim rata-rata 4 mingguan turun 2,000 ke angka 251,000 dibandingkan data rata-rata minggu lalu yang 253,000 (revisi dari data sebelumnya yang 253,500).

Jobless Claims AS masih berada dibawah angka 300,000 selama 90 minggu berturut-turut, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali naik 1,000 ke 252,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 22:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Nopember 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS indikator ini biasanya lebih berdampak dari yang dirilis Markit.

Dibuat berdasarkan survey terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis saat ini termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur dan dibawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi output sektor manufaktur di AS.

Bulan Oktober lalu indeks ISM Manufacturing AS berada pada angka 51.9, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 51.8 dan yang tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Pada bulan Oktober indeks produksi naik dari 52.8% pada bulan September ke 54.6%, indeks tenaga kerja naik dari 49.7% ke 52.9% dan indeks harga naik dari 53.0% ke 54.5%. Untuk bulan Nopember 2016 diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan kembali naik ke angka 52.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.