Selasa, 5 Januari 2021 Jam 22:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Desember 2020 (Berdampak tinggi pada USD). Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja datanya bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini biasanya lebih berdampak dari data rilisan Markit. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya, indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi output sektor manufaktur di AS.

Bulan November lalu, indeks ISM Manufacturing AS turun menjadi 57.5, lebih rendah dari perkiraan 57.9, dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang 59.3. Indeks new orders, produksi, dan tenaga kerja turun menyusul peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara bagian yang menghentikan aktivitas ekonomi. Untuk bulan Desember 2020, diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan kembali turun menjadi 56.6. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Rabu, 6 Januari 2021 Jam 20:15 WIB: data Non Farm Employment Change AS versi ADP bulan Desember 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD). Indikator ini disebut juga dengan ADP Jobs Report atau ADP Employment Report. Dibuat oleh Automatic Data Processing, Inc. (ADP), data didasarkan pada hasil riset tenaga kerja di luar sektor pertanian yang dilakukan oleh ADP Research Institute dan Moody’s Analytics. Dalam penerapannya, ADP Jobs Report dianggap sebagai indikator awal data Non-Farm Payrolls (NFP) dari biro statistik tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Meski versi ADP ini bisa berdampak, tapi pengaruhnya tidak sebesar dampak rilis NFP.

Bulan November lalu, perkiraan dari ADP untuk lapangan pekerjaan di AS bertambah 307,000 jobs, lebih rendah dari perkiraan bertambah 433,000 jobs, dan merupakan perkiraan terendah dalam 4 bulan terakhir. Pertambahan lapangan kerja diperkirakan terjadi pada sektor jasa, tenaga profesional, transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan sektor keuangan. Dengan meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa negara bagian, maka jumlah jobs di AS versi ADP untuk bulan Desember 2020 diperkirakan hanya bertambah 75,000 jobs. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat

Jam 21:00 WIB: testimoni gubernur BoE Andrew Bailey (Berdampak tinggi pada GBP). Andrew Bailey dijadwalkan mengadakan testimoni mengenai Financial Stability Report di hadapan Treasury Select Committee di London.

Kamis, 7 Januari 2021 Jam 02:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 16-17 Desember 2020 (Berdampak tinggi pada USD). Notulen meeting FOMC dirilis 8 kali per tahun, sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir voting dan opini para anggota FOMC pada saat meeting. Perbedaan hasil voting dan pernyataan para anggota komite akan berdampak pada USD.

Pada meeting terakhir tanggal 16-17 Desember lalu, FOMC mempertahankan suku bunga acuan pada level 0 hingga +0.25%, sesuai dengan perkiraan pasar. Statement menyebutkan bahwa The Fed akan meningkatkan pembelian surat berharga setidaknya USD80 miliar per bulan, dan sekuritas yang didukung hipotek paling sedikit USD40 miliar per bulan. Kebijakan ini diberlakukan hingga perekonomian menunjukkan pemulihan, di mana lapangan pekerjaan dan inflasi mengalami kenaikan. Secara keseluruhan, pernyataan The Fed dianggap dovish sehingga USD melemah. Dalam proyeksi ekonomi, pertumbuhan tahun 2020 diperkirakan mengalami kontraksi 2.4%, lebih baik dari proyeksi sebelumnya yang -3.7%. Sementara itu, perkiraan untuk tahun 2021 memprediksi pertumbuhan 4.2%. Tingkat pengangguran tahun 2020 diperkirakan turun ke 6.7%, dan diestimasi mencapai 5.0% pada 2021. PCE inflation tahun 2020 diperkirakan tetap 1.2%, tetapi diproyeksi naik menjadi 1.8% di tahun 2021. Pada konferensi pers, ketua Jerome Powell menegaskan akan mempertahankan suku bunga acuan rendah hingga waktu yang cukup lama. Dalam dot plot The Fed, suku bunga diproyeksikan baru akan naik pada tahun 2023.

Jika opini dan pernyataan para anggota komite secara umum dianggap masih hawkish, maka USD akan cenderung menguat. Namun apabila pernyataan dianggap dovish, maka USD akan cenderung melemah.