Berita Forex Hari Ini Selasa 30 Juni 2020 :

1. Selasa pukul 6 lebih 30 menit, Jepang akan merilis data tingkat pengangguran untuk periode Mei, bila data menunjukkan angka pengangguran yang bertambah maka yen berpeluang melemah dan USDJPY berpotensi bergerak naik.

2. 20 menit berselang, Jepang akan merils data produksi industri untuk periode Mei, bila hasilnya masih menunjukkan adanya penurunan di sektor industri Jepang maka yen berpeluang melemah dan USDJPY berpotensi bergerak naik.

3.Selanjutnya pukul 8:00 WIB Tiongkok selaku mitra dagang terbesar Australia akan merilis data indeks aktivitas Manufaktur dan Non manufaktur untuk periode Juni, bila kedua data ini dirilis lebih rendah dari perkiraan maka dolar Australia berpotensi melemah.

4. Ditengah lesunya perekonomian akibat corona virus Bank ANZ  Selandia Baru akan merilis data survey tingkat keyakinan bisnis di bulan Juni, bila data ini mengindikasikan penurunan aktivitas bisnis di  Selandia Baru maka NZDUSD berpotensi melemah.

5.Siang hari pukul 13:00 WIB  badan statistik nasional Inggris akan merilis data pertumbuhan domestik bruto (PDB) final untuk kuartal pertama, biasanya negara mengukur pertumbuhan ekonomi dengan indicator PDB ini. dan bila data ini menunjukkan angka aktual yang lebih rendah dari perkiraan maka GBPUSD berpotensi melemah.

6.Selanjutnya pukul 16:00 WIB Uni Eropa akan merilis data perkiraan indeks harga konsumen untuk periode Juni, bila data ini dirilis lebih rendah dari perkiraan maka EURUSD berpotensi melemah.

7.Malam hari pukul 19:30  WIB Kanada juga akan merilis data pertumbuhan ekonominya untuk bulan April, bila hasilnya menunjukkan aktual yang lebih rendah dari perkiraan maka USDCAD berpotensi bergerak naik, alias dolar Kanada melemah.

8. 45 menit selanjutnya, di tengah tingginya angka kenaikan kasus virus covid19 di AS, Institute For Supply Management (ISM) akan merilis data aktivitas bisnis di wilayah Chicago, bila data ini dirilis lebih rendah dari perkiraan maka dolar AS berpotensi melemah dan harga emas berpotensi menguat.

9. Pukul 21:00 WIB The Conference Board akan merilis data tingkat keyakinan konsumen di AS terhadap kondisi perekonomian AS, bila data ini dirilis lebih rendah dari perkiraan maka harga emas berpeluang naik.

10. Selanjutnya pasar akan menantikan testimony Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell bersama Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin di hadapan komite jasa keuangan DPR AS mengenai kebijakan menghadapi pandemi wabah covid-19. Rencana stimulus besar bisa memberikan dorongan penguatan untuk harga emas.