1. Harga emas berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek karena sentimen pelemahan dolar AS dibalik optimisnya pasar akan tercapainya kesepakatan stimulus di AS setelah adanya pernyataan yang optimis dari partai Demokrat dan Gedung Putih. Fokus hari ini akan tertuju ke data Trade Balance AS pukul 19:30 WIB dan JOLTS Job Openings pukul 21:00 WIB.

2. Harga minyak berpeluang bergerak naik jangka pendek dibalik sentimen pelemahan dolar AS, membaiknya kesehatan Presiden Trump, dan terhentinya produksi minyak di Norwegia karena meluasnya aksi mogok kerja oleh para pekerja. Namun, kenaikan berpeluang terbatas jika pasar kembali mencemaskan outlook melambatnya permintaan dan oversupply global setelah meningkatnya produksi di negara OPEC.

3. EURUSD berpeluang menguat jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS, optimisnya data ekonomi zona Euro kemarin serta pernyataan menteri keuangan Jerman yang tidak akan menerapkan kebijakan lockdown tahap kedua dan kenaikan pajak di masa pandemi. Fokus hari ini akan tertuju ke data Factory Orders Jerman pukul 13:00 WIB, dan dua kali jadwal pidato Presiden ECB Christine Lagarde, yaitu pukul 15:35 WIB dan 20:00 WIB.

4. GBPUSD berpeluang menjaga tren penguatannya jangka pendek dibalik sentimen pelemahan dolar AS dan outlook optimis kesepakatan Brexit setelah PM Inggris Johnson dan kepala eksekutif Uni eropa Ursula von der Leyen sepakat untuk menutup “celah” yang menghalangi kemitraan perdagangan baru diantara kedua belah pihak. Fokus hari ini tertuju ke data Construction PMI Inggris pukul 15:30 WIB.

5. AUDUSD berpeluang bergerak volatile pada hari ini setelah melemah di awal perdagangan karena pesimisnya data neraca perdagangan Australia. Fokus selanjutnya akan tertuju ke keputusan moneter terbaru bank sentral Australia pukul 10:30 WIB. Jika mereka berikan pernyataan dan sikap yang optimis berpeluang memicu penguatan AUDUSD, begitu juga sebaliknya.