Dolar AS berpeluang melemah dalam jangka pendek di tengah sentimen ketidakpastian politik dan ekonomi di AS setelah data indikasikan perlambatan ekonomi serta belum adanya kesepakatan dalam RUU paket bantuan dimana Gedung Putih yang ingin mengurangi bantuan pemerintah menjadi $200 per pekan sementara partai Demokrat menyerukan untuk mempertahankan jumlah $600.

Sementara itu dari sektor komoditas. Harga emas berpeluang mempertahankan kenaikannya akhir-akhir ini karena outlook melemahnya dolar AS, peningkatan kasus virus korona dan melambatnya ekonomi global. Dan untuk harga minyak berpotensi bergerak turun dengan outlook menurunnya permintaan bahan bakar serta OPEC+ yang memangkas level pengurangan produksi mulai bulan Agustus.

Potensi Pergerakan 

EMAS
Setelah berakhir menguat $19,58 di level $1975.89/onz di hari Jumat, tampaknya harga emas berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk menguji level resisten di $1990 – $2000 di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan melambatnya ekonomi global. Namun, harga emas berpotensi bergerak turun untuk menguji support di $1976 – $1965 jika dolar AS berbalik menguat, khususnya jika data ISM Manufacturing PMI AS yang dirilis pukul 21:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

MINYAK

Pasca berakhir naik $0,10 di level $40.43 di hari Jumat karena ditopang laporan EIA yang menunjukkan produksi minyak AS turun 2 juta barel di bulan Mei, harga minyak tampaknya berpotensi bergerak turun di awal perdagangan hari ini karena masih adanya kekhawatiran akan melambatnya permintaan dan berkurangnya level pemangkasan produksi oleh OPEC+ mulai bulan Agustus untuk menguji level support di $39.60 – $38.70. Namun, jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS, harga minyak berpeluang naik untuk menguji level resisten di $40.50 – $41.40.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek setelah di hari Jumat lalu berakhir melemah 70 pips di level 1.1778 di tengah outlook melemahnya dolar AS untuk menguji level resisten di 1.1830 – 1.1900. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 1.1740 – 1.1670 jika sejumlah data ekonomi zona euro seperti indeks manufaktur dari Spanyol pukul 14:15 WIB, Italia pukul 14:45 WIB, Perancis pukul 14:50 WIB, Jerman pukul 14:55 WIB dan zona Euro pukul 15:00 WIB hasilnya dipandang pesimis oleh pasar.

GBPUSD

Pasca berakhir turun 11 pips di level 1.3085 di hari Jumat lalu, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.3130 – 1.3200 di tengah outlook melemahnya dolar AS. Namun, jika pasar cemaskan penyebaran virus korona di Inggris, maka GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun untuk menguji level support di 1.3050 – 1.2980. Fokus hari ini ke data indeks manufaktur Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB.

USDJPY

Optimisnya data GDP dan indeks manufaktur Jepang yang dirilis pagi ini serta sedang tertekannya dolar AS berpotensi memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 105.50 – 105.00 setelah kemarin ditutup menguat 115 pips di level 105.88. Namun, USDJPY berpotensi untuk kembali naik, menguji resisten di 106.20 – 106.70 jika dolar AS menguat pada perilisan data ISM Manufacturing PMI AS yang optimis pukul 21:00 WIB.

AUDUSD

Setelah berakhir turun 51 pips di level 0.7144 di hari Jumat lalu, AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.7190 – 0.7250 karena optimisnya data inflasi Australia dan indeks manufaktur Tiongkok oleh Markit. AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 0.7100 – 0.7040 jika AS menguat pada perilisan data ISM Manufacturing PMI AS yang optimis pukul 21:00 WIB.