Harga emas telah mencatat level tertinggi $1976.66 di awal sesi Selasa (28/7), melanjutkan trend naik pada rekor harga baru sejak Senin kemarin, yang ditopang oleh meningkatnya ketegangan AS – Tiongkok, serta penambahan pasien wabah Korona di AS yang terus bertambah secara drastis setiap harinya.

Terus memburukknya hubungan diplomatik antara AS – Tiongkok, yang telah menyebabkan penutupan konsulat di Houston dan Chengdu, dan penempatan pesawat tempur AS yang meningkat di dekat laut Natuna, wilayah laut yang telah menjadi perdebatan wilayah beberapa negara termasuk Indonesia dan Tiongkok, telah meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek terhambatnya upaya pemulihan ekonomi AS – Tiongkok. Aset-aset aman seperti logam mulia dan yen Jepang nampak makin digandrungi oleh pelaku pasar, dengan harga emas melanjutkan mencatat level tertinggi baru sejak awal pekan ini.

Peningkatan pasien wabah Korona di AS yang terus meningkat secara drastis dan upaya stimulus yang di siapkan oleh parlemen AS dari partai Republik juga menjadi fokus pasar, di mana banyak kekhawatiran bahwa AS akan gagal dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah terus meningkatnya jumlah pasien Korona dan korban yang berjatuhan.

Fokus pasar di hari ini adalah data Consumer Confidence dan Richmond Manufacturing Index AS jam 21:00 WIB, yang dapat menjadi peluang penggerak dolar AS malam nanti. Pasar juga akan menantikan langkah kebijakan moneter terbaru The Federal Reserve AS pada dini hari Kamis pekan ini, yang diharapkan akan memberikan arahan pergerakan pasar.

Potensi Pergerakan:
 
EMAS
Ditopang oleh pelemahan dolar AS, kekhawatiran pemulihan ekonomi global telah memicu kenaikan harga emas sebesar $40.90 pada akhir perdagangan hari Senin. Harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menguji level resisten $1990 – $2000, yang menjadi level sentimen pasar utama, bila pelemahan dolar AS masih berlanjut di tengah ketegangan AS – Tiongkok yang makin memanas. Level support pada kisaran $1920 – $1928.

MINYAK
Harga minyaknaik $0.31 di tengah ketegangan AS – Tiongkok dan harapan stimulus bantuan yang diajukan parlemen AS. Harga minyak masih berpeluang naik menguji resisten $42.20 – $42.50 bila harapan stimulus bantuan AS yang akan diajukan oleh partai Republik, akan disetujui oleh mayoritas parlemen AS.

EURUSD
EURUSD berhasil menguat pada hari Senin sebesar970 pips, tertopang lemahnya dolar AS di tengah ketegangan AS – Tiongkok yang makin memanas. EURUSD masih berpeluang naik menguji resisten 1.1800 – 1.1830. Level Support pada kisaran 1.1700 – 1.1725.

GBPUSD
GBPUSD catat penguatan sebesar 89 pips di hari Senin kemarin, tertopang oleh lemahnya dolar AS atas peningkatan ketegangan hubungan AS – Tiongkok. GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.29250 – 1.2950 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.2800 – 1.2840.

USDJPY
USDJPY menutup sesi Senin dengan turun sebesar 76 pips karena meningkatnya ketegangan AS – Tiongkok memicu minat pada aset aman. USDJPY berpeluang lanjutkan pelemahan menguji support 104.80 – 105.00. Level resisten pada kisaran 105.65 – 106.00.

AUDUSD
AUDUSDcatat penguatan 46 pips kemarin di tengah lemahnya dolar AS, dan dibayangi oleh kekhawatiran hubungan AS – Tiongkok yang memburuk dapat berimbas negatif pada permintaan produk Australia oleh Tiongkok. Bila pelemahan dolar AS berlanjut, AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7185 – 0.7200. Level Support pada kisaran 0.7100 – 0.7115.