Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat pada awal perdagangan hari Selasa (24/9) di tengah laporan bahwa AS akan kembali kembali bernegosiasi dengan Tiongkok dalam waktu dua pekan mendatang, ungkap Menteri keuangan AS Steven Mnuchin. Sementara itu Presiden Trump juga terlihat optimis akan tercapainya kesepakatan dagang dengan Tiongkok pasca dia mengatakan bahwa Beijing akan banyak membeli banyak produk pertanian AS.

Untuk hari ini fokus akan tertuju pada pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pukul 12:30 WIB dan pidato Gubernur RBA Philip Lowe pada pukul 16:55 WIB. Sementara itu data penting lainnya yaitu indeks manufaktur Jepang pukul 7:30 WIB, Iklim bisnis Jerman versi Ifo pada pukul 15:00 WIB dan data tingkat keyakinan konsumen AS versi CB pada pukul 21:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen optisme terhadap negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level support di $1516 – $1511. Namun, harga emas berpotensi untuk bergerak naik jika dollar AS melemah pada perilisan data tingkat keyakinan konsumen AS yang pesimis untuk menguji level resisten di $1524 – $1529.

Minyak

Masih adanya kekhawatiran akan ketegangan di Timur Tengah berpeluang menopang kenaikan harga minyak lebih lanjut untuk menguji level resisten di $58.80 – $59.30. Namun, jika outlook optimisme negosiasi dagang AS-Tiongkok mendominasi pasar, maka harga minyak berpeluang untuk bergerak turun menguji level support di $58.00 – $57.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0960 – 1.0920 pada outlook kekhawatiran perlambatan ekonomi zona Euro dan pernyataan yang cenderung dovish dari ECB Drgahi semalam. Namun, jika data iklim bisnis Jerman yang dirilis oleh Ifo hasilnya lebih tinggi dari estimasi berpeluang menopang kenaikan EURUSD untuk menguji level resisten di 1.1020 – 1.1070.

GBPUSD

Masih adanya kekhawatiran akan ketidakpastian Brexit serta pasar yang menantikan keputusan Mahkamah Agung Inggris terkait apakah PM Johnson telah menyesatkan Ratu Elizabeth atas alasan penundaan perlamen pada bulan ini berpotensi untuk memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2400 – 1.2350. JIka harga bergerak naik, level resisten berada di 1.2460 – 1.2510.

USDJPY

Outlook menguatnya dollar AS dan meredanya tensi dagang AS-Tiongkok serta pesimisnya data manufaktur Jepang berpeluang menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 107.90 – 108.40. Sementara itu jika bergerak turun level support terlihat di 107.30 – 106.80. Pasar akan menantikan pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada pukul 12:30 WIB untuk katalis lebih lanjut.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek seiring pasar yang menyambut baik komentar positif dari AS terkait negosiasi dagang mereka dengan Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6800. Namun, AUDUSD berpeluang untuk berbalik turun untuk menguji level support di 0.6740 – 0.6690 jika Gubernur Philip Lowe dalam pidatonya pukul 16:55 WIB kembali mempertegas pandangan dovish RBA akhir-akhir ini.