Kabar penundaan tarif inport AS untuk produk-produk Tiongkok yang akan berlaku 15 Desember mendatang, membantu sentimen optimis kesepakatan dagang AS – Tiongkok. Pasar terfokus pada kebijakan suku bunga acuan dan pidato ketua Federal Reserve AS malam nanti.  

Kabar penundaan tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh pihak AS dan memerlukan persetujuan Trump. Bila pihak AS tidak melakukan tindakan apapun, maka tarif import akan berlaku secara otomatis pada 15 Desember mendatang. Pasar juga menantikan pidato Jerome Powell, Ketua The Fed AS dini hari nanti malam untuk petunjuk kondisi keuangan AS dan kebijakan moneter AS kedepannya.  

Data AS malam nanti juga menjadi fokus penggerak sebelum pengumuman Fed, Data Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Konsumen Inti AS akan dirilis jam 20:30 WIB. Dan laporan persediaan cadangan minyak mentah AS versi EIA, dirilis jam 22:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi turun menguji kisaran $1460 bila harapan penundaan tarif Import AS untuk produk Tiongkok berlanjut. Sebaliknya level resisten pada kisaran $1468 – $1470.

MINYAK

Nantikan laporan cadangan minyak mentah AS versi EIA, harga minyak berpotensi naik bila optimisme kesepakatan dagang AS berlanjut, menguji resisten $59.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi naik menguji kisaran 1.1110 bila pasar masih memandang data ekonomi ZEW yang lebih baik dari estimasi kemarin. Level support pada kisaran 1.1040

GBPUSD

Kabar dari Polling pemilu Inggris terbaru yang menunjukan kemenangan partai Konservatif makin tipis dari pesaingnya berpotensi menekan GBPUSD turun menguji support 1.3080 – 1.3100. Levvel resisten pada kisaran 1.3180 – 1.3200.

USDJPY

USDJPY berpotensi naik menguji resisten 109.00 bila minat beli aset berisiko masih berlanjut. Sebaliknya level support pada kisaran 108.40.

AUDUSD

Data Westpac Consumer Sentiiment yang lebih rendah dari estimasi berpotensi menekan AUDUSD menguji support 0.6780 – 0.6800. Sebaliknya resisten pada kisaran 0.6835.