Pernyataan terbaru dari International Monetary Fund (IMF) yang mengatakan bahwa dollar AS telah terlalu tinggi nilainya berpotensi memicu aksi jual pada mata uang AS dalam jangka pendek di tengah pesimisnya data ijin membangun dan lebih rendahnya jumlah pembangunnya rumah di AS yang dirilis semalam.

Selanjutnya fokus akan tertuju pada data tenaga kerja Australia yang dirilis pukul 8:30 WIB, data penjualan retail Inggris pukul 15:30 WIB dan indeks manufaktur Philadelphia serta klaim pengangguran AS yang dirilis pukul 19:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi terkoreksi jangka pendek jika pasar melakukan aksi profit taking setelah melonjak tajam semalam untuk menguji level support di $1422 – $1417. Namun, jika sentimen pelemahan dollar masih berlanjut pasca pernyataan terbaru dari IMF berpotensi memicu kenaikan harga emas untuk menguji level resisten di $1430 – $1435. Hari ini pasar menantikan data indeks manufaktur Philadelphia serta klaim pengangguran AS untuk petunjuk pergerakan harga emas lebih lanjut.

MINYAK

Harga minyak berpeluang naik dalam jangka pendek untuk menguji level support di $56.10 – $55.60 seiring adanya pernyataan bantahan dari Iran bahwa mereka akan negosiasi kembali program nuklirnya. Namun, jika pasar mempertimbangkan penurunan cadangan minyak mentah AS yang lebih rendah dari estimasi serta tingginya cadangan minyak olahan dalam laporan EIA semalam berpotensi mendorong naik harga minyak untuk menguji resisten di $56.90 – $57.40

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak naik di tengah sentimen melemahnya dollar AS serta optimisnya data inflasi zona Euro yang dapat mereduksi peluang untuk adanya pelonggaran moneter dari ECB dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1260 – 1.1310. Sebaliknya jika bergerak turun, level support terlihat di 1.1200 – 1.1150.

GBPUSD

Masih terbebani oleh sentimen ketidakpastian Brexit, GBPUSD berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2400 – 1.2350. Namun, GBPUSD berpeluang naik jika data penjualan retail Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB menunjukkan hasil yang optimis untuk menguji resisten di 1.2460 – 1.2510.

USDJPY

Data neraca perdagangan jepang yang menunjukkan defisitnya lebih kecil dari estimasi serta melemahnya dollar AS berpeluang memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 107.70 – 107.20. Jika USDJPY bergerak naik, level resisten terdekat berada di 108.30 – 108.80.

AUDUSD

Data tenaga kerja yang dipandang optimis karena menunjukkan adanya peningkatan jumlahpekerja penuh waktu untuk periode Juni berpeluang menopang kenaikan AUDUSD jangka pendek untuk mengincar resisten di 0.7040 – 0.7090. Namun, jika pasar kembali cemaskan kondisi ketegangan baru antara AS dengan Tiongkok berpotensi memicu penurunan AUDUSD untuk menguji support di 0.6980 – 0.6930.