Pergerakan pasar keuangan berpotensi volatil pada awal perdagangan hari Kamis di tengah pasar yang masih mencerna pernyataan ketua The Fed Jerome Powell semalam, dimana dia mengatakan akan mengerahkan lebih banyak stimulus moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi AS, yang mana itu dapat memicu permintaan aset safe haven seperti emas karena dia menunjukkan outlook perlambatan ekonomi. Namun, selain itu dia juga mengatakan belum mempertimbangkan adanya suku bunga negatif untuk kebijakan bank sentral AS, yang mana itu dapat memperkuat kinerja dolar AS. Selanjutnya hari ini pasar akan menantikan perilisan data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis pukul 19:30 WIB untuk katalis lebih lanjut. 

Sementara itu untuk dolar Australia berpotensi melemah karena perilisan data tenaga kerja Australia yang cenderung pesimis pagi ini di tengah sedang berlangsungnya ketegangan antara Australia dengan Tiongkok setelah Beijing melarang impor daging Australia sebagai aksi balasan setelah Australia menuntut adanya penyelidikan terkait virus korona.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek jika pasar mencemaskan outlook perlambatan ekonomi untuk menguji level resisten di $1724 – $1735. Namun, jika dolar AS menguat karena belum adanya indikasi suku bunga negatif dari bank sentral AS, maka harga emas berpeluang turun untuk menguji level support di $1710 – $1700.

Minyak

Kekhawatiran akan penurunan permintaan karena perlambatan ekonomi global berpotensi memicu penurunan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $25.00 – $24.00. Namun, jika pasar menyambut baik penurunan pertama cadangan minyak mentah AS dalam 16-pekan terakhir dalam laporan EIA semalam, maka harga minyak berpeluang bergerak naik untuk menguji level resisten di $26.40 – $27.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika dominannya sentimen penguatan dolar AS karena tidak adanya sinyal negatif dari Federal Reserve AS untuk menguji level support di 1.0780 – 1.0700. EURUSD berpeluang untuk bergerak naik menguji level resisten di 1.0860 – 1.0940 jika data CPI Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB hasilnya lebih baik dari perkiraan.

GBPUSD

Ketidakpastian pencabutan kebijakan lockdown di Inggris dan outlook no-deal Brexit berpotensi membebani kinerja GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2190 – 1.2100. Namun, GBPUSD berpeluang untuk rebound, menguji level resisten di 1.2280 – 1.2370 jika pidato Gubernur BOE Andrew Bailey pukul 17:30 WIB berikan pandangan yang hawkish.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 106.50 – 106.00 jika permintaan aset safe haven meningkat karena outlook perlambatan ekonomi global. Namun, jika dominannya sentimen penguatan dolar AS, maka USDJPY berpeluang bergerak naik untuk menguji level resisten di 107.30 – 107.80.

AUDUSD

Perilisan data tenaga kerja Australia yang cenderung pesimis berpotensi menjadi beban untuk pergerakan AUDUSD jangka pendek untuk menguji level support di 0.6400 – 0.6340. Jika berbalik naik, level resisten terlihat di 0.6500 – 0.6560.