Sentimen hindar aset berisiko seperti indeks saham berpotensi masih akan berlanjut dalam jangka pendek di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus Korona serta kecewanya pasar terhadap langkah-langkah moneter yang dilakukan bank sentral utama global.

Selain itu dalam kejatuhan indeks saham berpotensi ikut menyeret turun harga emas, di tengah outlook investor melikuidasi kepemilikan mereka untuk menahan posisi margin call di indeks saham.

Sentimen lain yang berpeluang memicu pergerakan hari ini adalah kembali munculnya ketegangan di Timur tengah pasca tewasnya dua warga negara Amerika Serikat dan seorang warga negara Inggris dalam sebuah serangan yang terjadi di Irak.

Potensi Pergrerakan

EMAS

Harga emas berpeluang turun dalam jangka pendek jika aksi likuiditas logam mulia oleh para pelaku pasar karena kebutuhan untuk menjaga posisi di indeks saham masih berlanjut untuk menguji level support di $1550 – $1535. Namun, jika pasar kemblai melakukan aksi bargain hunting pasca kejatuhan akhir-akhir ini serta hindar aset berisiko, maka harga emas berpeluang untuk naik menguji resisten di $1585 – $1600.

MINYAK

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah yang menyebabkan tewasnya warga negara Amerika Serikat dan Inggris berpeluang memicu kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $32.00 – $33.00. Namun, jika pasar kembali cemaskan outlook kelebihan suplai karena peningkatan produksi oleh para produsen besar, maka harga minyak berpeluang turun untuk menguji level support di $30.40 – $29.00.

EURUSD

Kecewanya pasar terhadap kebijakan terbaru dari European Central Bank yang tidak memangkas suku bunga acuan meskipun luncurkan stimulus yang lebih besar berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1140 – 1.1080. EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.1220 – 1.1200 jika dapatkan katalis positif dari perilisan data inflasi Jerman yang optimis pukul 14:00 WIB.

GBPUSD

Aksi hindar aset berisiko, outlook no-deal Brexit serta stimulus pemerintah Inggris yang dipandang kurang menggebrak oleh pasar berpeluang memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2500 – 1.2400. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2600 – 1.2700.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek, menguji level resisten di 105.30 – 106.00 jika pasar menyambut baik rencana Bank of Japan yang menawarkan untuk menyuntikan dana 500 miliar yen ke dalam sistem memalui operasi repo yang tidak terjadwal. Namun, jika pasar kembali hindari aset beisiko karena viru Korona, maka USDJPY berpotensi bergerak turun untuk menguji level support di 104.30 – 105.00.

AUDUSD

Kejatuhan harga komoditas seperti emas dan tembaga serta pasar yang menjauhi aset berisiko bepreluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6230 – 0.6170. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6310 – 0.6380.