Memburuknya ketegangan antara AS dengan Tiongkok yang saling serang pernyataan yang memperkeruh hubungan kedua negara berpeluang mendorong kenaikan permintaan aset safe haven seperti emas dan yen setelah berita terbaru menunjukkan bahwa AS menuduh Beijing memanipulasi mata uang yuan dengan cara melemahkan terhadap dollar AS dan Beijing hentikan pembelian produk pertanian dari AS.

Selanjutnya data ekonomi yang akan menjadi penggerak hari ini dapat datang dari perilisan data produksi industri Jerman pukul 13:00 WIB, harga rumah Inggris dari Halifax pukul 14:30 WIB, pidato anggota FOMC Charles Evans pukul 20:30 WIB dan terakhir data cadangan minyak mentah AS dari EIA pukul 21:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang lanjutkan relinya akhir-akhir ini setelah kemarin menyentuh level tertinggi sejak Mei 2013 di level $1474.85/Onz dengan hari ini level resisten terlihat di $1479 – $1486 dengan sentimen masih datang dari kekhawatiran perang dagang AS – Tiongkok. Namun, jika anggota FOMC Charles Evans yang dijadwalkan akan berikan pidato pukul 20:30 WIB berikan pandangan bahwa bank sentral AS tidak akan agresif dalam melonggarkan kebijakan moneter di masa mendatang, harga emas berpotensi terkoreksi untuk menguji level support di $1471 – $1465.

MINYAK

Harga minyak berpotensi menguat dalam jangka pendek dengan katalis turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) untuk menguji level resisten di $53.70 – $54.20. Namun, harga minyak berpeluang berbalik turun untuk menguji level support di $52.90 – $52.40 jika EIA melaporkan cadangan minyak mentah AS mencatat kenaikan atau turun lebih rendah dari ekspektasi pasar.

EURUSD

Manfaatkan pelemahan dollar karena ketegangan dagang AS-Tiongkok, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.1230 – 1.1280. Jika bergerak turun, level support terlihat di 1.1170 – 1.1120 dengan hari ini pasar akan memperhatikan data produksi industri Jerman pada pukul 13:00 WIB untuk katalis bagi EURUSD.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.2200 – 1.2250 di tengah sedang tertekannya dollar AS serta mulai munculnya pertentangan terhadap rencana no-deal Brexit dimana para penentang berencana melibatkan Ratu Inggris untuk memecat Boris Jhonson jika dia menentang mosi tidak percaya di awal September nanti. Namun, GBPUSD berpeluang turun jika data perumahan Inggris menunjukan hasil yang pesimis untuk menguji level support di 1.2140 – 1.2090.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek pada outlook meningkatnya permintaan aset safe haven karena ketegangan dagang antara AS dengan Tiongkok serta optimisnya data ekonomi Jepang baru-baru ini untuk menguji level support di 105.90 – 105.40. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 106.50 – 107.00

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring pesimisnya data domestik Australia pagi ini dan ketegangan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level support di 0.6740 – 0.6690. Namun, jika pelemahan dollar mendominasi sentimen pasar, AUDUSD berpeluang bergerak naik untuk mengincar resisten di 0.6800 – 0.6850.