Dolar AS berpeluang menjaga tren penguatannya yang sudah berlangsung akhir-akhir ini meskipun The Fed mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter serta pemerintah AS mengucurkan stimulus besar karena pasar yang terlihat lebih mencari aset paling likuid di dunia. Penguatan dolar berpeluang berlanjut jika data tenaga kerja AS versi ADP yang dirilis pukul 19: 15 WIB dan indeks manufaktur AS dari ISM pukul 21:00 WIB hasilnya optimis. Begitu juga sebaliknya.

Sementara itu untuk komoditas seperti emas dan minyak masih cenderung bergerak turun. Untuk harga minyak masih didorong oleh outlook perlambatan permintaan dan oversupply, khususnya setelah API melaporkan kenaikan cadangan minyak mentah AS semalam dengan pasar akan menantikan perilisan data cadangan minyak mentah dari pemerintah AS pukul 21;30 WIB. Sementara itu harga emas juga masih tertekan oleh sentimen penguatan dolar AS, selanjutnya pasar akan menunggu hasil data ekonomi AS untuk katalis lebih lanjut.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek dibalik outlook menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 1568 – 1560. Jika berbalik naik level resisten terlihat di 1584 – 1592. Fokus pasar saat ini tertuju ke data ekonomi AS seperti tenaga kerja versi ADP pukul 19:15 WIB dan indeks manufaktur AS pukul 21:00 WIB.

MINYAK

Data cadangan minyak mentah AS yang dirilis oleh API semalam yang menunjukkan kenaikan sebesar 10.5 juta barel berpotensi menjadi beban untuk pergerakan harga minyak dalam jangka pendek di tengah sentimen perlambatan permintaan dan oversupply untuk menguji level support di 19.40 – 18.80. Namun, harga minyak berpeluang rebound untuk menguji level resisten di 20.80 – 21.50 jika cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan EIA pukul 21:30 menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari ekspektasi.

EURUSD

Sentimen menguatnya dolar AS berpotensi akan menjadi beban untuk pergerakan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0980 – 1.0920. EURUSD berpeluang rebound untuk menguji level resisten di 1.1080 – 1.1140 jika data ekonomi dari berbagai negara zona Euro, khususnya Jerman yang dirilis mulai pukul 13:00 WIB hingga 16:00 WIB menunjukkan angka yang lebih baik dari estimasi.

GBPUSD

Outlook kekhawatiran akan perkembangan kasus virus Covid-19 di Inggris serta kebuntuan negosiasi Brexit berpotensi akan menjadi beban untuk pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2350 – 1.2300. GBPUSD berpeluang bergerak naik, membidik resisten di 1.2470 – 1.2520 jika data indeks manufaktur Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.

USDJPY

Data indeks manufaktur Jepang yang pesimis dan menguatnya dolar AS berpeluang akan menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 108.00 – 108.50. Jika bergerak turun, level support berada di 107.00 – 106.50.

AUDUSD

Perilisan notula rapat RBA yang cenderung hawkish, serta data ijin membangun Australia dan indeks manufaktur China yang optimis berpeluang menjadi katalis positif untuk kinerja AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6190 – 0.6240. Namun, jika dominannya sentimen penguatan dolar AS serta jatuhnya harga komoditas seperti tembaga, maka AUDUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 0.6100 – 0.6050.