Setelah angka GDP dan angka produksi manufaktur Inggris yang mengecewakan, hari ini rilis data rata-rata pendapatan Inggris akan memberi katalis penggerak untuk GBPUSD selanjutnya. Jika data ini masih menunjukan adanya perlambatan ekonomi di Inggris, GBPUSD berpotensi melemah. Dampak ketidakjelasan Brexit dipandang pasar membuat prospek perekonomian Inggris tidak terlalu bagus.

Selain itu, rilis data indeks harga produksi AS pukul 19.30 WIB juga akan menguji kekuatan dollar setelah buruknya rilis data NFP AS pada Jumat lalu.

Potensi Pergerakan

Emas
Dibatalkannya pemberlakuan kenaikan tarif impor AS untuk Meksiko sempat membuat permintaan safe haven menurun yang membuat harga emas melemah dan menguatkan sentimen risk appetite pasar. Di tengah pulihnya dollar pasca buruknya data NFP AS. Jika hal ini masih terjadi, potensi pelemahan harga emas perlu menembus konsisten di bawah 1325 sebelum mengincar 1320. Sebaliknya, jika dollar kembali mendapat sentimen negatif dari rilis data indeks harga produksi, peluang penguatan harga emas mengincar level 1335.

Minyak Mentah
Harga minyak sempat terbebani oleh kabar yang mengatakan bahwa Rusia belum tentu akan terus ikut memangkas produksi minyak. Meski begitu, dampak dari eskalasi perang dagang yang masih akan berlanjut antara AS-China masih menjadi pertimbangan bagi OPEC untuk terus menyeimbangkan supply dan demand. Selama tidak menembus ke bawah 53.00, harga minyak masih berpeluang menguat menguji 54.25 sebelum mengincar 55.20. Sebaliknya, jika pasar masih dalam sentimen ketidakjelasan kebijakan produksi OPEC, potensi pelemahan harga minyak jika menembus 53.00 akan mengincar 52.25.

EURUSD
Selain karena pulihnya dollar, yang membuat penguatan EURUSD terkoreksi sebelumnya adalah adanya laporan bahwa ECB masih mungkin akan memangkas tingkat suku bunganya jika perekonomian Zona Euro di kuarta selanjutnya masih stagnan. Padahal Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa belum ada perubahan tingkat suku bunga hingga pertengahan 2020 nanti. Potensi pelemahan EURUSD perlu tembus konsisten di bawah 1.1300 sebelum mengincar 1.1285. Jika gagal, maka EURUSD masih dalam kecenderungan menguat menguji 1.1340 sebelum mengincar 1.1360.

GBPUSD
Jika rata-rata upah Inggris masih mengindikasikan perlambatan ekonomi di Inggris, GBPUSD berpotensi melemah untuk menguji kembali level 1.2650 sebelum mengincar 1.2630. Resisten terdekat di 1.2715.

USDJPY
Sentimen risk appetite pasar meningkat setelah pemberlakuan tarif impor AS untuk Meksiko ditunda. Hal ini berpotensi turut menopang USDJPY mengincar level 109.00 jika mampu menembus konsisten di atas 108.65. Support di 108.10.

AUDUSD
Pelemahan AUDUSD berpotensi terbatas oleh area support 0.6950. Perlu menembus level tersebut untuk potensi lanjut turun mengincar support terdekat selanjutnya di 0.6930. Namun selama bergerak di atas 0.6950, AUDUSD dalam kecenderungan menguat mengincar level 0.6990. Rilis data kepercayaan bisnis Australia dari NAB juga dirilis jauh lebih baik dari sebelumnya. Di angka 7 dibandingkan sebelumnya di angka 0.